Pencemaran udara merupakan salah satu tantangan lingkungan terbesar di era industrialisasi. Banyak aktivitas industri menghasilkan gas buang yang mengandung zat berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Salah satu metode yang paling umum dan efektif untuk mengendalikan gas pencemar tersebut adalah absorpsi gas-cair. Meskipun konsep ini sering dibahas di bangku kuliah teknik kimia, prinsip absorpsi gas-cair sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari dan memiliki peran besar dalam pengendalian pencemaran udara. Apa Itu Absorpsi Gas-Cair? Absorpsi gas-cair…
Dalam berbagai proses industri, terutama yang melibatkan pembakaran atau reaksi kimia, gas buang hampir selalu dihasilkan. Gas ini sering mengandung zat berbahaya seperti sulfur dioksida (SO₂), nitrogen oksida (NOₓ), atau partikel halus yang berpotensi mencemari udara. Di sinilah scrubber gas memainkan peran penting sebagai salah satu teknologi pengendalian pencemaran udara. Scrubber gas bukanlah teknologi baru, tetapi hingga kini masih menjadi solusi utama dalam banyak sektor industri. Pengertian Scrubber Gas Scrubber gas adalah alat pengendali polusi…
Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam. Matahari bersinar sepanjang tahun, angin berhembus di banyak wilayah pesisir, air mengalir dari ribuan sungai, dan panas bumi tersimpan di bawah tanah dalam jumlah besar. Dengan potensi sebesar itu, muncul pertanyaan yang sering dilontarkan: mengapa energi terbarukan di Indonesia justru berkembang relatif lambat? Pertanyaan ini penting, bukan hanya bagi akademisi dan pembuat kebijakan, tetapi juga bagi masyarakat umum yang semakin merasakan dampak perubahan iklim dan…
Setiap perusahaan, sebelum produk siap dipasarkan dan diterima oleh konsumen, tentu akan memasuki tahapan cek kualitasnya terlebih dahulu. Tahapan ini biasanya dilakukan pada bagian quality control yang memang bertugas untuk mengecek produk sebelum nantinya dijual. Tujuannya supaya produk tersebut memang benar-benar layak untuk dikonsumsi maupun digunakan oleh konsumen. Pada tahap pengecekan ini, harus dilakukan oleh orang yang memang berpengalaman. Sebab, cek kualitas produk tidak bisa dilakukan oleh orang yang sembarangan. Hal ini karena akan berpengaruh…
Secara konvensional, mutu merupakan karakteristik barang atau layanan berupa kehandalan, kemudahan dalam penggunaan, kemudahan dalam perawatan, keindahan, dan sebagainya. Dari sisi produsen mutu berupa kesesuaian produk dari standar yang ditetapkan. Sedangkan dari sisi konsumen kualitas berupa ketercapaian atas keinginan atau harapan pelanggan atas suatu produk. Tujuan pengendalian mutu meliputi dua tahap, yaitu tujuan antara dan tujuan akhir. Tujuan antara pengendalian mutu adalah agar dapat diketahui mutu barang, jasa, maupun pelayanan yang dihasilkan. Tujuan akhirnya yaitu…